Nama : Hana Muhlisa
Nim : 200301166
Matkul : Jurnalistik
Judul : Telaah Film “Dance With Wolves” Melalui Teori Genre Dalam Perspektif Islam
Link : https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/komunike/article/view/2897
• Masalah
Dalam jurnal membahas tentang produk komunikasi budaya yang dibuat oleh non-muslim dalam perspektif Islam. Dimana produk budaya ini dibuat dengan tanpa maksud atau bahkan dengan sengaja memasukkan kaidah-kaidah Islam. Film ini justru berusaha mengangkat budaya “Barat” (western) dan juga budaya dari suku IndianSioux.
Penelitian ini berfokus pada genre film Dance with Wolves yang ditinjau dalam perspektif Islam. Film ini memang tidak dibuat sebagai film religi Islam. Bahkan dalam film ini digambarkan beberapa adegan kegiatan berdoa sebagai penganut Nasrani atau agama kepercayaan yang dianut olehsuku Indian Sioux. Ini memberi kesan yang kuat bahwa Produser ataupun Sutradara tidak sedang membuat film yang bertemakanIslam.
• Metodologi
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam bentuk analisis naratif dengan menganalisis screenplay.
• Substansi
Proses menelaah genre film Dance With Wolves dalam perspektif dakwah islam, dicoba untuk memulainya dengan memahami ide cerita. Selanjutnya dengan melihat filmnya serta melalui screenplay akan lebih mudah mengetahui secara detail mengenai jalan cerita, pembicaraan, serta suasana kejadian. Dari situlah proses menganalisa dengan menggunakan teori-teori genre.
Genre sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk mengklasifikasi- kan teks media ke dalam kelompok- kelompok dengan karakteristik sejenis. Konsep genre menjadi penting dalam menaikkan ekspektasi dari penonton dan bagaimana mereka menilai dan memilih sebuah teks. Penonton menjadi familiar dengan kode-kode dan konvensi-konvensi dari sebuah genre dan membuat penonton memahami dan terhubung.
Secara umum fim Dance With Wolves adalah sebuah kisah fiksi kehidupan manusia. Pada awal film dikisahkan Letnan Dunbar telah ‘jatuh cinta’. Dia telah jatuh cinta dengan negeri yang liar dan indah ini dan semua isinya. Itu adalah jenis cinta yang diimpikan orang dengan orang lain: tanpa pamrih dan bebas dari keraguan, hormat dan abadi. Seakan bayangan itu sudah makin nyata di depan mata (verisimilitude).
• Kelebihan dan kekurangan
-Kelebihannya, didalam penelitian ini pembaca dapat memahami gambaran tentang nilai-nilai islami dalam penelitian ini juga pembaca dapat mempelajari tentang pertukaran budaya. Pembaca juga dapat mengenal gendre sebagai kata Goro yang terkenal dalam politik dan setuju perfilemman.
-Kekurangannya, dalam penelitian ditemukan beberapa Kata yang kurang dipahami karena disana banyak terdapat istilah bahasa asing. Sehingga pembaca harus lebih teliti lagi.
•Saran
Penulis harus memberikan penjelasan bahasa asing yang terdapat di jurnal tersebut. Sehingga pembaca lebih mudah untuk memahami dan mengerti apa maksud dari kata-kata tersebut.
Tinggalkan komentar